Advertising

2008-11-22

Global Warming

Seorang murid pernah mengeluh tentang keadaan alam di sekitarnya. Ia berkata, “ Aduh, bumi ini seperti neraka saja. Waktu masih jam 11.00, tapi aku sudah keringatan. Padahal aku harus bolak – balik ke perpustakaan. Ah, malangnya nasibku”.

Tak dapat dipungkiri, hampir semua orang mengeluhkan hal yang sama. Hal ini terjadi karena suhu bumi berubah karena efek global warming. Global Warming disebabkan konsentrasi CO2 yang tinggi di atmosfer sehingga menaikkkan radiasi inframerah. Gas CO2 menahan radiasi yang ditimbulkan bumi sehingga suhu bumi terus bertambah panas.

Sebenarnya, gas CO2 bukan satu – satunya gas penyebab global warming. Masih banyak gas – gas penyebab global warming, diantaranya : CFC, Metilbromida, dan masih banyak lagi.



Efek global warming memang parah. Bahkan, sebuah penelitian mengatakan global warming jika tidak ditangani secara serius, Indonesia di tahun 2070 bisa kehilangan pulaunya serta diperkirakan 800.0000 rumah akan tenggelam. Global warming memang membawa petaka bagi manusia, tapi hewan penghisap darah cukup senang dengan global warming. Alasannya suhu optimum pertumbuhan nyamuk malaria adalah 25,26o – 27o C.

Memang sulit mengendalikan global warming jika masyarakat masa bodoh. Sebagai contoh : Kendaraan bermotor mengelurakan sisa pembakaran berupa gas CO ( Karbon Monoksida ) yang banyak jika pembakaran mobil tidak efisisen. Oleh karena itu ketika memperpanjang atau membuat STNKB, diadakan tes fisik untuk mengetahui apakah kendaraan itu layak untuk digunakan. Tapi semua itu hanya teori, karena prakteknya kendaraan rusak dapat dengan mudah mendapatkan STNKB,

Jika Indonesia mulai mencegah efek global warming. Dunia sudah lebih dulu melakukan pencegahan efek global warming ketimbang Indonesia. Indonesia dan beberapa negara lain sudah menandatangani protokol Kyoto yang intinya berisi bahwa setiap negara penandatangan protokol Kyoto akan mengurangi emisi karbondioksida. Tapi anehnya, Amerika & Australia tidak bersedia menandatangani protokol Kyoto. Memang, menurut penelitian negara maju menyumbang dua pertiga emisi buang gas pembakaran bahan fosil di dunia. Mungkin dua negara itu tidak bersedia menandatangani protokol Kyoto karena tak ingin perekonomiannya semrawut.

Tapi, mereka segera sadar. Mereka akhirnya bersedia menandatangani protokol tersebut karena dipaksa oleh negara peserta UNFCC (Konferensi Perubahan Iklim ) di Bali dua bulan yang lalu. UNFCC membahas seluruh masalah tentang perubahan iklim, terutama masalah global warming. Di dalam konferensi itu juga memperpanjang berlakunya perjanjian protokol Kyoto sampai beberapa tahun ke depan.

Memang, global warming adalah masalah kita bersama. Kita tak boleh hanya menyalahkan negara maju atau negara berkembang, karena secara tidak langsung semua negara juga “mempunyai andil” dalam peningkatan suhu bumi. Tidak usah muluk – muluk, kita dapat mencegah global warming dengan megurangi pemakaian plastik dan kendaraan bermotor agar udara menjadi bersih dan segar.

Read More......

2008-11-01

Emansipasi Wanita

Di jaman millenium ini, sudah bukan jamannya lagi mengesampingkan peran kaum hawa. Kita sekarang dapat melihat banyak perempuan yang menjadi direktur sebuah perusahaan, entertainer, aktivis organisasi. dll. Mereka kini sudah memegang peranan penting dalam kemasyarakatan. Salah satunya sepeti Ibu Megawati Soekarno Putri yang merupakan satu – satunya presiden perempuan di Indonesia


Semua ini dapat terwujud, karena perjuangan tokoh - tokoh perempuan dalam memperjuangkan hak – haknya. Diantara tokoh tersebut adalah R.A Kartini. Wanita kelahiran Jepara ini ingin agar perempuan juga mendapatkan hak asasinya sebagai seorang manusia, diantaranya : berpendidikan, mendapatkan jaminan keamanan, dan tidak diremehkan. Intinya, R.A Kartini berusaha agar terjadi kesetaraan gender antara laki – laki dan perempuan. R.A Kartini berjuang demi emansipasi wanita.




Selain itu Al – Quran juga memberikan penghormatan bagi perempuan. Coba kita renungkan, apakah ada surat di Al – Quran yang bernama “Ar – Rizal”( laki – laki ) ? Al – Quran diantaranya mempunyai nama surat An – Nisa’( perempuan ), hal ini membuktikan kebenaran pernyataan diatas. Al – Quran juga memuliakan Ibu, bahkan tiga derajat lebih tinggi dibanding ayah.


Tapi, cita – cita R.A Kartini justru diartikan dengan luas dan liar oleh pihak – pihak tertentu. Dengan berdasarkan pada emansipasi wanita, mereka berusaha mengajak perempuan agar cenderung lebih aktif “ke luar”. Mereka berpikiran agar wanita juga bisa melakukan apa yang dilakukan lelaki, seperti bekerja, berorganisasi, dll. Masalahnya, kalau misalkan semua perempuan lebih sering “ke luar” serta menerapkan 4P ( pergi pagi pulang petang ), bagaimana nasib penerus bangsa yang ibunya “sibuk keluar” , sehingga mereka kurang kasih sayang. Jadi, jangan hanya salahkan pemuda jika mereka jadi berandal.


Secara hukum agama pun, kejadian seperti diatas hukumnya juga haram. Kaum ibu juga harus tetap ingat mengenai tugas utamanya untk mengurus rumah tangga. Nabi saw. bersabda : Sebaik-baik wanita yang menunggang unta adalah wanita Quraisy; ia sangat menyayangi anaknya ketika kecil dan sangat memperhatikan suaminya ketika ada di sisinya. (HR Muslim)


Lalu, bagaimana dengan kewajiban berdakwah ? Begini, dalam Islam yang termasuk
fardhu (wajib) yang dari segi pelaksanaannya dibagi ke dalam dua jenis; fardlu al-muwassa (yang leluasa waktu pelaksanaannya) dan fardlu al-mudhayyaq (kewajiban yang waktu pelaksanaannya amat sempit, sehingga harus segera dilaksanakan). Intinya, fardlu al-mudhayyaq harus didahulukan ketimbang fardlu al-muwassa. Contohnya, panggilan suami (bagi istri) untuk berada di rumah lebih didahulukan daripada aktivitas berdakwah. Sebab, aktivitas dakwah seorang wanita dapat dilakukan kapan saja ( fardlu al-muwassa). Sementara panggilan suaminya saat itu, tidak dapat ditunda.


Sebenarnya, masalah utamanya terletak pada apa yang mereka dilakukan di luar rumah. Kalau hanya belajar tidak masalah, tapi kalu sampai mengorbankan harga diri ini baru gawat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya selebritis yang “ikhlas” terjun ke dunia film, hiburan, dll. Jikalau kalian tahu, hal ini terjadi diakibatkan di masyarakat kapitalis wanita sudah menjadi bahan komoditi yang dapat diperjualbelikan. Coba kita lihat, hampir semua barang hasil indutri mutakhir memanfaatkan jasa “wanita”. Anna Rued yang menulis dalam sebuah bukunya, Eastern Mail, ia menyebutkan bahwa "Kita harus iri kepada bangsa - bangsa Arab yang telah mendudukkan wanita pada tempatnya yang aman. Dimana hal itu jauh berbeda dengan keadaan di negeri ini (Inggris) yang membiarkan para gadisnya bekerja bersama laki - laki di kilang-kilang minyak yang tidak saja menyalahi kodrat, tetapi bisa menghancurkan kehormatannya."

Oleh kerena itu, kita harus dapat mengartikan apa yang dimaksud emansipasi dengan sebaik mungkin. Kita juga harus berterimakasih kepada tokoh – tokoh perempuan yang rela mengorbankan waktunya demi memperjuangkan hak – hak perempuan, khususnya R.A Kartini. Asal kita tahu, Dalam buku “Menulis Sejarah” hal. 183 karya Prof. Ahmad Mansur Suryanegara menulis sedikit tentang komentar R.A Kartini, “ Sekarang ini kami tiada mencari penghibur hati pada manusia, kami berpegang seteguh - teguhnya di tangan-Nya. Maka hari gelap gulita pun (jahiliyah. red.) menjadi terang (cahaya iman Islam. red.), dan angin ribut pun menjadi sepoi -sepoi ”. Dijelaskan pula bahwa kata-kata Habis Gelap Terbitlah Terang terpengaruh cahaya al-Quran yang menerangi lubuk hatinya; Minazh zhulumati ilan nur (dari kegelapan jahiliyah kepada cahaya (Islam). Nah, itu terjadi saat beliau mengalami kebingungan setelah melakukan korespondensi dengan sahabat – sahabatnya di luar negeri (Belanda). Beliau bercerita tentang apa saja termasuk agama. Jadi, bukan cuma bicara tentang emansipasi saja. Maka dari itu, maknailah emansipasi wanita dengan pikiran jernih serta menyeluruh.

Read More......

BBM Naik Lagi dan Lagi

Dengar – dengar, BBM naik lagi ya!!! ( Sorry telat ya..). Ya itulah Indonesia, nggak ada istilah buat BBM bakal turun. BBM naik diakibatkan harga minyak dunia yang melambung tinggi mencapai $ 135 US per barel atau sekitar 10.000 per liter. Harga BBM seperti ini sangat berbahaya bagi bangsa, jadi ya….. terpaksa setiap ganti presiden, ganti harga BBM. Tapi pemerintah baik koq, pemerintah ngambil jalan tengah dengan memberi bantuan BLT buat orang kelas menengah ke bawah.


Memang keputusan pemerintah ini terkesan terburu – buru. Emang, nggak ada apa keputusan lain yang lebih baik dibanding menaikkan BBM, seperti menaikkan pajak mobil orang kaya, menaikkan pajak tempat hiburan malam, dll. Masa’ udah sekolah sampai tamat sarjana cuma bisa ngambil keputusan menaikkan BBM. Tapi, ya gimana lagi, daripada pemerintah stress……..!!!!!!


Banyak opini mengenai masalah satu ini lho…. Termasuk opiniku, bahwa BLT atau Bantuan Langsung Tunai ini kurang mendidik. Coba kita pikir – pikir, masa’ rakyat cuma bisa diajarin tangan di bawah terus. Harusnya pemerintah memberikan pelatihan atau semacamnya buat bekal mereka di masa depan yang semakiiiin edan. Selain itu, BLT juga jumlahnya masih ga’ cukup lho… Bayangin aja masa’ perbulan cuma dikasih 100.000, itu sih cuma buat makan saja, masalah pendidikan soal nomor ke 100.000. Namun, kita juga harus bersyukur karena pemerintah masih peduli sama “wong cilik”.



Masalah BLT juga ngak sampai disitu aja… Ternyata telusur demi selidik membuktikan survey bahwa banyak orang golongan kelas menengah ke bawah malah gak dapat BLT, tapi justru orang yang berdasi (orang kaya) yang malah dikasih pemerintah. Ini membuktikan masih banyak kesalahan data, coz.. data tahun 2005 yang dipakai. Sedangkan kita tahu, “impossible” banget kalau data tahun 2005 sama seperti tahun 2007, walaupun “everything’s possible”.


Jika BLT saja belum terurus dengan benar, gimana masalah lain seperti listrik, telepon, dan teman – temannya yang bergantung sama BBM. Sekarang, jaman sudah menunjukkan ke awal jaman kemerdekaan. Listrik yang byar pet, telepon yang sering berbunyi “maaf nomor yang anda tuju sedang dalam perbaikan”, sembako yang “sering membuat kolaps”, dan masih banyak lagi yang membuat kita menjadi anggota orang elit (ekonomi sulit). Memang, BBM sumber dari segala perubahan, entah itu baik atupun buruk.


Kalau aku boleh beropini, kita jangan harap – harapan ke pemerintah terus – menerus, karena pemerintah juga menusia. Punya salah dan khilaf yang banyak. Oleh karena itu, marilah kita berubah dari diri kita sendiri, baru mengajak orang lain (jangan sampai kebalik). Kita dapat berubah dengan mengurangi minyak tanah dan menggantinya dengan LPG. Memang, LPG itu harganya bisa buat beli pulsa, tapi daripada dunia keburu kiamat gara – gara alamnya panas bak neraka apa salahnya kita berkorban. Selain itu, kita juga berusaha mencari energi alternatif lain, seperti mengubah air jadi BBM. Whatss, air jadi BBM. Memang sih gak mungkin, tapi kalau air jadi energi alternatif lain mungkin banget. Seperti berita yang lagi ngetrenn… yaitu mesin bertenaga hidrogen. Masalahnya, untuk mengubah air ke hidrogen itu mahal bangetzzzz.., bisa mencapai ratusan juta rupiah.


Memang, kayaknya hal diatas masih terlalu sulit dilakukan, apalagi buat kita para pelajar. Tapi, “La Takhzan wa La Takhof” (Jangan Menyerah dan Berputus Asa), banyak jalan menuju Roma, banyak jalan untuk hemat. Jadi dalam menghemat BBM, ada satu cara yang sering kita remehkan, yaitu bersepeda. Dengan budaya bersepeda dapat mengurangi BBM yang sangat signifikan. Jika sehari kita habis 3 liter bensin, dengan sepeda kita bisa hemat setengahnya, bahkan gak perlu mengeluarkan ongkos. Selain itu, sepeda juga juga olahraga yang murah meriah dan menghibur lhooo. Dengan bersepeda kita bisa lihat pemandangan, olahraga, yang terpenting, FREE dan bebas tilang.


Apabila kita bisa melakukan itu semua, aku jamin Indonesia bisa ikut FIFA World Cup 2010 (gak nyambung, disambungkan saja). Intinya, Indonesia sebagai paru – paru dunia bisa menjaga kewibawanya agar predikat itu tetap tersandang dengan baik serta mencegah global warming yang kini menjadi isu internasional. Selain itu, apabila lingkungan Indonesia bersih, program “Visit Indonesia Year 2008” dapat terlaksana sesuai harapan. Dan yang paling penting dari yang terpenting, kita sebagai “khalifatul fil ard” telah menjalankan tugasnya untuk mengatur dunia sebaik mungkin.


Tapi, semua informasi diatas akan sia – sia jika hanya mampir dalam otak sebentar, lalu terdelete saat kita tidur. Kita harus sadar bahwa BBM itu bukan air dan butuh biaya untuk mengambilnya. Itu baru ngambil, belum diolah, belum didistribusikan, belum kalau tumpah, dan masih banyak lagi permasalahan BBM yang makin langka. Jadi kita harus sadar dan berubah dari sekarang, sebelum segala sesuatunya berakhir dengan kesia – siaan. Ingatlah, bahwa bangkit itu malu, malu jadi benalu, malu untuk minta melulu (iklan ni ye…).


Memang. Kuakui ku sangat – sangat susah berubah (lirik lagu deh…). Ya, memang jadi rahasia umum kalo’ berubah itu sulit. Tapi, kita harus sadar bahwa masa depan Indonesia ada di tangan kita. So, berubahlah untuk hal yang positif, seperti menghemat BBM, mematikan lampu jika tidak dipakai, dll. Tapi, berubah jangan – jangan setengah – setengah. Untuk anak aja kita nggak boleh coba – coba, apalagi buat nasib anak – anak seluruh dunia, pantang buat coba – coba. Maksudku, kita harus ompak dalam berubah dan berlanjut sampai malaikat Izrail nyabut nyawa kita


Jadi, marilah mulai berubah sekarang, dan jangan tunggu besok, karena belum tentu anda masih ada. Serta, ajaklah teman anda karena anda adalah makhluk sosial (bukan hewan). Dan tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia itu “Indah Negara dan sikapnya”.


Read More......

2008-09-18

Disiplin Dalam Kehidupan

“Waduh, PR-ku numpuk. Ini gara – gara aku kemarin nonton pertandingan Arema lawan Persebaya. Udah, Arema kalah lagi. Tidak, aku bisa gila.”. Beginilah potret kehidupan yang menggambarkan realita perilaku kehidupan yang suka menunda – nunda pekerjaan atau istilah lainnya tidak disiplin.

Disiplin, suatu kata yang sudah tak asing di telinga kita. Banyak orang yang menjadikan disiplin sebagai moto hidup, seperti “Succes by Dicipline”. Mereka berpikiran bahwa disiplin merupakan kunci menuju kesuksesan. Mereka berpendapat bukan hanya sekedar alasan, banyak negara yang sukses dengan disiplin, seperti Amerika, Jepang, dan lain – lain. Lalu, apakah arti disiplin itu ?

Di Indonesia, banyak orang terlanjur menyamakan disiplin dengan ketertiban dan ketaatan yang ketat, sehingga muncul persepsi bahwa ketertiban dapat tercapai melalui ketaatan, padahal keduanya tak mesti berhubungan sebab - akibat. Disiplin adalah taat melaksanakan apa saja perintah atasan tanpa banyak bertanya, apalagi mempertanyakan. Padahal, asal kata disiplin tidak seperti itu.

Disciplina dalam Latin berarti petunjuk, pengajaran, pendidikan. Karena penyampuran kedisiplinan dalam dunia pendidikan menghasilkan ajaran yang bertambah matang serta ajaran baru, ilmu atau cabang suatu ilmu juga disebut disiplin. Bukan hanya ilmu-ilmu modern, petuah atau nasihat kebijaksanaan pun termasuk dalam kategori disiplin.

Metode yang dipakai untuk mencapai hasil-hasil itu juga disebut disiplin. Maka, disiplin juga berarti sistem keilmuan, kaidah-kaidah yang ketika dijalankan dengan tekun akan membuat ilmu maju tumbuh berkembang.

Seorang discipulus atau discipula adalah seorang murid atau pelajar. Dalam bahasa Inggris, disciple adalah pengikut atau murid. Disciple of Plato berarti orang yang mengembangkan filsafat menurut arah yang digariskan Plato. Seorang discipulus yang tekun dan berbakat pada akhirnya seorang disciplinatus, bijaksana dan terpelajar.

Makna ketertiban dan ketaatan berkaitan dengan pendidikan, karena suatu pendidikan yang berhasil mau tak mau mengandung unsur sanksi atau hukuman terhadap murid agar mendapat dorongan lebih kuat untuk mewujudkan potensi dirinya. Itu sebabnya mendisiplinkan berarti menghukum. Ini hanya terjadi dalam rangka memajukan proses pendidikan, mengasuh anak didik lewat penjatuhan hukuman yang membetulkan perilaku dan merangsang murid maju, bukan untuk memuaskan si pendisiplin berangkara murka.



Disiplin juga mengacu pada situasi tertib tenang tekun yang dibutuhkan dalam proses pengajaran. Dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English, discipline berarti pelatihan, terutama atas akal budi dan kepribadian, untuk menghasilkan kemampuan menguasai diri, kebiasaan untuk taat. Intinya ada pada pembentukan akal budi yang mendarah daging, yang melahirkan seorang yang taat hukum berdasarkan hati nurani, bukan karena takut terhadap pukulan, tendangan, dan ancaman.

Pembelajaran PPKn yang merupakan pembelajaran budi pekerti, mengajarkan disiplin kurang maksimal. Sehingga, banyak murid kita berbeda persepsi mengenai pengertian disiplin dan implementasinya dikehidupan sehari – hari. Kemampuan untuk mendisiplinkan diri sendiri terwujud dalam bentuk pengakuan terhadap hak dan keingian orang lain, dan mau mengambil bagian dalam memikul tanggung jawab sosial secara manusiawi. Hal inilah yang sesunguhnya menjadi hakekat dari disiplin.

Namun, arti disiplin sering ditafsirkan secara salah oleh kebanyakan orang Indonesia. Mereka berpikiran bahwa disiplin adalah pelaksanaan perintah tanpa bantah, bahkan kalau perlu tanpa berpikir. Mereka tidak mengaitkan disiplin dengan ilmu.

Jadi, Makna sekunder dari pengertian disiplin inilah yang paling menonjol di Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia mengaitkan istilah disiplin nasional, berdisiplin, dan mendisiplinkan hanya dengan ketertiban dan ketaatan. Fenomena inilah yang menghasilkan sistem pendidikan ala IPDN yang menunjukkan bahwa disiplin adalah patuh dan taat pada seniornya. Jika kita tidak disiplin, bersiaplah menerima pukulan, tinjuan, dan siksaan lain dari senior sebagi sanksi atas ketidakdisiplinan. Paradigma inilah yang banyak berkembang di sistem pendidikan Indonesia.
_________________

Disiplin memang sebuah kunci khusus untuk menuju sebuah kemakmuran dan kesejahteraan. Maka dari itu, Indonesia harus menerapkan kedisiplinan dengan sebenar – benarnya untuk mencapai tujuan Negara yang telah diamanatkan oleh UUD 1945.

Jika kita melihat di sekeliling kita, banyak contoh orang sukses justru berawal dari ketidakmampuan ekonomi. Mereka berusaha bangkit dari keterpurukan tersebut dengan bekerja sekuat tenaga dan kedisiplinan yang tinggi. Lambat laun, mereka telah membentuk menjadi pribadi – pribadi yang kuat, tangguh, berkemampuan soft skills yang amat baik, sehingga mereka siap mengahadapi segala halang rintang yang akan ditemui dengan menggunakan bekal yang mereka bina mulai dari kecil.

Andrie Wongso, seorang motivator terkemuka di Indonesia, ia sebenarnya hanya lulusan SD. Tapi, ia sekarang menjadi orang sukses dengan penghasilan lebih dari 4.000.000 per bulannya. Hal yang mustahil, tapi menjadi kenyataan. Semua keberhasilannya, merupakan buah kedisiplinan, kerja keras, kemampuan soft skills yang baik, serta kemampuan lain yang menunjang keberhasilannya.

Fenomena di atas juga dapat ditemui di Negara – Negara sukses, seperti Jepang, China, dan Amerika. Penduduk Negara tersebut sangat sadar bahwa mereka hidup di daerah yang sangat kurang SDA. Mereka harus dapat bertahan hidup dengan kondisi seperti itu. Keadaan seperti inilah yang membuat mereka untuk mengoptimalkan segala potensi dirinya untuk mengubah kenyataan itu, dan tidak lupa disertai dengan kedisiplinan yang baik untuk mempertahankan apa yang telah mereka lakukan.

Realita diatas sangat berbeda dengan kondisi Indonesia sekarang ini. Indonesia dengan SDA yang melimpah justru tertinggal jauh dengan Negara yang telah tersebut diatas. Justru, Indonesia malah terus berlilitan utang dengan 4 negara yang tersebut diatas.

Lalu. Apa masalah yang dialami bangsa ini ? Kesemrawutan sistem atau memang takdir ? Tapi, yang jelas Indonesia masih memiliki mental – mental yang kurang disiplin atau tidak disiplin.

Bayangkan saja, setiap pagi hari, jalan – jalan di kota selalu macet. Mereka semua ingin segera sampai ke tempat tujuan masing – masing tanpa peduli pada peraturan yang ada. Selain itu, banyak orang yang juga masih “bermain – main” dengan meteran PLN atau PDAM guna mengurangi jumlah pembayaran, padahal jumlah pengurangan yang ada tidak sebanding dengan kerugian Negara. Mereka semua ingin enak tanpa mengikuti aturan yang berlaku. Entah mereka sadar atau tidak yang jelas dosa mereka sangat besar.

Namun, kita jangan lupa dengan para koruptor kita. Korupsi di Indonesia memang sudah seperti mendarah daging. Mulai dari bendahara kelas sampai bendahara Negara pernah korupsi dengan jumlah yang berbeda – beda tergantung situasi dan kondisi. Padahal, korupsi mengambil uang rakyat/uang bersama. Jadi, mengapa korupsi mendarah daging ? Karena, anak – anak para koruptor diberi makan hasil korupsi alias uang haram.

Kita harus menyadari bahwa hidup berdisiplin, termasuk indikasi kekuatan orang atau bangsa. Orang yang disiplin mampu mengendalikan diri secara efektif sehingga mampu menggunakan kelebihannya pada saat dan tempat yang tepat. Orang berdisiplin mampu mengumpulkan dan menggunakan energi secara baik; dengan begitu juga dapat melakukan segala hal yang diinginkan secara lebih efektif. Hal ini juga berlaku bagi bangsa. Jadi, bangsa yang disiplin akan semakin makmur, sejahtera, dan tentunya semakin disegani oleh Negara lain.

Lee Kuan Yew, menteri senior di pemerintahan Singapura dan orang yang paling bertanggung jawab atas pembangunan negara itu, pernah berkata bahwa bangsa-bangsa Asia harus berdisiplin tinggi dibanding berkutat terus – menerus dengan demokrasi. Mungkin ucapan itu berlebihan, tapi memang mengandung banyak kebenaran. Itu dibuktikan oleh keberhasilan Singapura mencapai kesejahteraan tinggi dalam waktu kurang dari 50 tahun, yang dinikmati seluruh rakyatnya. Hal itu diakui banyak orang, termasuk orang Barat yang selalu mengumandangkan demokrasi.

Kini, ketidakdisiplinan yang telah terjadi di Negara ini, kini telah menjadi kanker yang sedikit demi sedikit menggerogoti kehidupan berbangsa dan bernegara. Banyak kerugian akibat ketidak disiplinan yang kita lakukan. Kerusakan fasilitas umum, bencana yang bertubi – tubi, dan bermacam – macam kerusakan yang telah terjadi di Negara ini, tak lain dan tak bukan akibat ketidakdisiplinan kita.

Namun, semua telah menjadi bubur. Walaupun efek yang dirasakan sangat besar, masih banyak saja orang yang menganggap displin adalah pengekangan terhadap kebebasan seorang individu, sebagaimana dunia kemiliteran yang mengaharuskan kita tunduk kepada atasan. Selain itu, sejak reformasi tahun 1998, kedudukan militer mengalami hujatan, kecaman, dan dianggap sebagai salah satu kekuatan untuk mempertahankan posisi seorang politikus. Sehingga, kedisiplinan yang sudah lemah, menjadi semakin lemah. Selain itu, banyak orang juga beranggapan bahwa ini adalah takdir. Ingat, nasib seseorang atau sekelompok orang tidak akan berubah sebelum ia melakukan perubahan terhadap dirinya sendiri.

Tapi untungnya, pemerintah sadar akan bahaya ketidak disiplinan. Pemerintah dengan berbagai upaya berusaha untuk menekan ketidak disiplinan di Indonesia, seperti mencanangkan program – program, seperti: Gerakan Disiplin Nasional, Gerakan Hidup Aktif Nasional, dll. Namun, masalahnya semua program yang dicanangkan oleh pemerintah itu belum maksimal. Hal ini disebabkan pengurus – pengurus dari program – program yang dicanangkan pemerintah itu ternya tidak disiplin. Kebanyakan mereka bolos, pergi berbelanja, pergi ke rumah teman, dll disaat jam kerja. Alasan mereka melakukan perbuatan itu juga bermacam – macam, seperti : pekerjaan sudah selesai, waktu kosong, menganggur, dan masih banyak lagi. Padahal, masih banyak orang di kantornya yang memerlukan bantuan. Jadi, bagaimana Indonesia bisa seperti Malaysia, kalau masyarakatnya tidak disiplin.

Jika dijaman dulu, orang luar negeri berguru ke Indonesia, sekarang orang Indonesia bekerja menjadi pembantu rumah tangga di negeri tetangga. Keadaan yang “berbalik 180º”. Ini semua diakibatkan masyarakat Indonesia lebih suka menjadi konsumen dibanding produsen atau lebih suka mencari kerja dibanding membuat lapangan pekerjaan. Padahal kita tahu, jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 220.000.000 yang dapat ditampung menjadi pekerja tak kurang dari seperempatnya.

Masalah Lumpur Lapindo juga akibat dari bauh ketidak disiplinan. Seandainya pihak Lapindo Brantas Inc. mau mengecek secara detail peralatan tambangnya, kejadian yang memilukan dan mengahabiskan keuangan Negara itu mugkin tidak terjadi.

Sekarang, kita sudah berada di jaman globalisasi. Globalisasi berarti masuknya kebuadayaan dan perekonomian Negara lain. Pertanyaannnya apakah kita siap mengahadapi persaingan secara global dengan Negara lain ?

Kalau bangsa Indonesia tidak mampu menegakkan disiplin yang kuat, kita tidak perlu heran bahwa tidak akan ada prestasi apa pun. Oleh karena itu, kita akan selalu kalah bersaing dalam bidang apa pun dengan bangsa lain, termasuk olahraga, dengan bangsa-bangsa di Asia Tenggara lainnya. Indonesia yang sebenarnya memiliki banyak potensi, termasuk bakat, kecerdasan, dan ketekunan, akan menjadi masyarakat medioker. Kalau kondisi seperti itu terjadi, jangan harap syair lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dapat terdengar di kancah pergaulan internasional.

____________________

Indonesia sedang mengalami masalah penurunan mental yang sanagat parah. Lalu, salah siapakah ini ? Kesalahan media informasi, pemerintah, atau siapa ? Tidaj ada yang bisa disalahkan dalam masalah ini, karena semua pihak ikut terlibat dalam masalah yang sangat kompleks ini. Kita jangan tuduh menuduh, lebih baik kita instrospeksi diri kita masing – masing. Sudahkah kita berguna bagi nusa bangsa dan Negara ini ?

Penegakan kedisiplinan sangat perlu dilakukan sesegera mungkin di Indonesia. Penegakan kedisiplinan perlu dilakukan secara serentak, karena kedisiplinan membutuhkan kekompakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Kepemimpinan nasional harus secara tegas menyatakan penegakan disiplin di Indonesia, disertai dengan memberikan teladan dalam sikap dan perbuatan pribadi untuk meyakinkan dan menyadarkan masyarakat Indonesia bahwa pemerintah secara serius menegakkkan kedisiplinan.

Selain itu, pemerintah juga harus memaksa seluruh lembaga Negara dan seluruh masyarakat untuk melakukan perbuatan yang telah dicontohkan oleh para pemimpin, disertai pemberian sanksi kepada pelanggar kedisiplinan sesuai dengan peraturan yang telah dimusyawarahkan secara bersama. Pelanggaran terhadap peraturan sekecil apapun harus mendapat sanksi, seperti membuang sampah sembarangan, menerobos lampu merah, menyebrang sembarangan, dan lain – lain. Pemberian sanksi sangat diperlukan untuk menimbulkan efek jera, tetapi sesuai dengan batas kewajaran.

Penegakan kedisiplinan juga harus dilakukan secara continue atau berkelanjutan, maksudnya disiplin tidak hanya diberikan setelah anak masuk sekolah atau setelah masa remaja, tetapi harus sudah dilatih sejak anak baru dilahirkan ke dunia ini sehingga akan terwujud kedisiplinan jangka panjang. yaitu disiplin yang tidak hanya didasarkan pada kepatuhan terhadap aturan atau otoritas, tetapi lebih kepada pengembangan kemampuan untuk mendisiplinkan diri sendiri.

Berdisiplin juga harus dilakukan secara konsisten dan fleksibel, artinya berperilaku disiplin dengan tidak dipengaruhi pada situasi dan kondisi. Banyak dari masyarakat Indonesia berdisiplin “kalau ada yang lihat”. Padahal kedisiplinan harus ditunjukkan di mana saja dan dalam kodisi apapun.

Disiplin juga menunjukkan kualitas pribadi seseorang, semakin tinggi kedisiplinan seseorang, maka ia menjadi semakin “dewasa” dalam hal berpikir, bertindak , dll. Fakta ini disebabkan karena disiplin meningkatkan kualitas moral dan mental seseorang manusia. Oleh karena itu, kebanyakan orang sukses mempunyai tingkat kedisiplinan yang tinggi.

Namun, Disiplin saja tidak akan mampu mengatasi problem besar yang dialami bangsa ini. Masih banyak yang perlu dilakukan, selain perubahan sikap, kita harus bersana – sama untuk menyiapkan segala sesuatunya demi menaikkkan martabat bangsa yang kini makin tenggelam, seperti : penyediaan infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur umum lainnya.

Oleh karena itu, kita jangan bermalas – malasan dalam mengerjakan sesuatu, atau menunda – nunda pekerjaan, karena perbuatan seperti itu adalah awal dari kehancuran bangsa. Kita juga jangan individulistis dan sombong, karena kita adalah makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan makhluk lain untuk dapat bertahan hidup.

Jadi, sudah saatnya kita harus berubah, jangan menunggu – munggu besok, karena kita tidak tahu apa yang terjadi besok, dan lakukan dengan ikhlas, agar semua yang kita lakukan bermanfaat baik secara pribadi atau umum. Ingat, masa depan Indonesia ada di tangan kita. Kita yang akan menentukan akan dibawa kemana nasib bangsa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dengan jiwa, raga, hartanya. Maka, tunujukkan bahwa kita mampu untuk berubah ke arah yang lebih baik sebagai salah satu cara kita untuk mengisi kemerdekaan.

Jikalau bangsa ini sudah bisa menerapkan berdisiplin mulai dari kecil dan bersifat continue, maka Insyaallah Negara ini akan menjadi Negara yang makmur, sejahtera, bahkan menjadi Negara adidaya baru. Dan yang jelas tidak sia – sia perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan bangsa ini, serta kita akan semakin disegani oleh Negara lain di kancah
pergaulan internasional. Aminn….


Read More......

About Me

Foto Saya
Eerzans
Hi, I am Eerzans. In here, I try to write anything as many as possible. So, please help me to be better than before
Lihat profil lengkapku

Followers

Eerzans © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO